oleh

Paparan Publik PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk Periode 2020 Jaga Kualitas dan Daya Saing Produk

PT Bumi Teknokunura Unggul Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tahun 2001 dl bidang bioteknologl pertanian dan pembibitan tanaman hutan serta tanaman obat-obatan. Pada tahun 2016 Perseman mengambil alih saham Golden Harvest Cocoa Pte. Ltd. yang kegiatan utamanya adalah pengolahan biji kakao.

Kondisi ekonomi dunia sepanjang tahun 2020 masih dalam kondisi yang tidak kondusif, hal ini sejalan dengan terjadinya perlambatan pertumbuhan di banyak negara, pengetatan moneter serta ketidakpastian yang diciptakan akibat dari perang dagang antara AS dan Tiongkok serta mulai merebaknya pandemi Covid – 19 di seluruh negara di dunia. Kondisi ekonomi global yang melambat ini merupakan batu ujian bagi perekonomian Indonesia yang belum menunjukkan pertambahan signifikan. Di tengah pandemic Covid-19 ini, Perseroan tetap menjalankan operasi pabrik pengolahan biji kakao dengan menerapkan prosedur kesehatan yang ketat.

Produk – produk yang dihasilkan oleh Perseroan sepanjang 2020 adalah sebagai berikut:
a. Lemak Kakao (cocoa butter) sebesar 10.701,53 ton

b. Kakao Padat (cocoa cake)sebesar 12.614,28 ton)

c. Bubuk Kakao (cocoa powder) sebesar 2.609,79 ton

Seluruh sumber bahan baku (biji kakao) diimpor dari luar negeri yaitu Afrika dan Amerika Latin.

Kinerja Perseroan selama tahun 2020 juga terkena dampak dari pandemic Covid-19 ini. Pendapatan Perseroan per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 1.013,03 miliar atau meningkat 45,15% (Rp315,12 miliar) dibandingkan pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 697,91 miliar. Namun demikian Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp 509,51 miliar atau meningkat 507,69% (Rp 425,66 miliar) dibandingkan tahun 2019 dengan rugi bersih sebesar Rp 83,84 miliar.

Tantangan yang harus dihadapi oleh Perseroan adalah semakin meningkatnya panganan dan minuman yang berbahan baku coklat yang digemari orang dewasa dan anak-anak, sementara keterbatasan bahan baku menjadi kendala meskipun Indonesia adalah salah satu produsen biji kakao namun produksi biji kakao Indonesia masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik untuk produk berbahan dasar kakao.

Perseroan, berkat pengembangan pada unit R&D, konsisten berupaya menghadirkan berbagai variasi produk guna memenuhi kebutuhan pasar serta standarisasi produk dengan sertifikasi – sertifikasi dari instansi terkait untuk menjaga kualitas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed