oleh

Jangan salah pilih! Ini sumber air minum terbaik

Tidak dapat dipungkiri bahwa air minum memiliki peran penting bagi makhluk hidup. Manusia sendiri setidaknya membutuhkan 8 gelas perhari atau setara dengan 2 liter agar tubuh tetap terhidrasi. Tubuh yang sehat akan membawa metabolisme yang baik sehingga badan tidak mudah sakit [1].


Air minum yang layak konsumsi harus memenuhi beberapa kriteria, seperti tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mengandung zat berbahaya. Kriteria ini penting untuk Anda ketahui agar terhindar dari masalah kesehatan mulai dari diare, kolera, tifus, hingga kanker. [2].


Di Indonesia, air ada yang bisa diminum langsung dan ada juga yang harus melalui proses pengolahan. Keduanya bisa dikonsumsi setelah memenuhi syarat kesehatan yang harus dipenuhi. Bahkan, mengonsumsi air haruslah sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan tentang persyaratan kualitas air minum [2].


Faktanya saat ini sulit untuk menemukan sumber air minum yang baik. Meningkatnya polusi di daerah perkotaan contohnya membuat kualitas sumber air minum butuh dipertanyakan. Dampak terburuk dari mengonsumsi air minum yang sudah terkontaminasi adalah apabila zat kapur hingga polutan zat besi yang tinggi berada di dalam tubuh bisa menjadi hal yang penting untuk dihindari agar sesuai dengan standar air minum berdasarkan Permenkes RI: No. 416/Menkes/Per/IX/1990 yaitu maksimal batas aman di angka 1,0 mg/L [3].


Kriteria Air Minum yang Layak Konsumsi
Kriteria air minum yang sehat dan layak konsumsi dapat berbeda-beda di beberapa negara. Namun, menurut WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, air minum layak konsumsi harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Tidak memiliki bau, warna, dan rasa
    Kriteria air minum ini dapat dinilai dengan mudah oleh indra manusia. Air yang aman dan layak konsumsi adalah air yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa atau tawar. Hindari air minum yang terlihat tidak jernih atau keruh, berbau tidak sedap, atau bahkan sampai terasa aneh [4].
    Hal tersebut bisa menunjukkan bahwa air minum tersebut sudah terkontaminasi kuman, bakteri, atau bahan kimia berbahaya, yang bisa menimbulkan penyakit.
  2. Tidak berada dalam suhu tinggi
    Suhu merupakan salah satu parameter penting dalam menentukan apakah air minum tersebut layak konsumsi atau tidak. Hal ini karena sumber air minum yang terpapar suhu tinggi dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme dan membuat air minum tercemar [4].
  3. Tidak mengandung mikroorganisme berbahaya
    Kriteria air minum layak konsumsi selanjutnya adalah tidak mengandung mikroorganisme berbahaya bagi kesehatan tubuh, seperti E. Coli dan Salmonella, yang bisa menyebabkan diare.
    Meski sulit untuk melihatnya secara langsung, tetapi konsumsi air minum yang mengandung mikroorganisme dapat Anda hindari dengan menjauhkan sumber air minum dari toilet dan tempat pembuangan sampah serta hindari dari sinar matahari.
    Selain itu, jika Anda mengonsumsi air minum dalam kemasan, pastikan air minum tersebut memiliki izin edar dari BPOM, masih tersegel dengan baik, kemasannya tidak rusak, dan disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung [4].
  4. Tidak mengandung bahan kimia berbahaya
    Selain mikroorganisme, air minum juga tidak boleh mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh, seperti arsenik, amonia, benzena, timbal, dan merkuri.
    Keberadaan bahan kimia berbahaya dalam air minum sekilas dapat diketahui dari bau dan rasanya. Air minum yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti logam berat, biasanya memiliki bau yang menyengat dan terasa seperti logam [4].
    5.  Memiliki pH antara 6.5–8.5
    Meskipun pH air minum tidak memiliki dampak secara langsung terhadap kesehatan tubuh, tetapi pH merupakan salah satu parameter penting dalam menentukan kualitas air minum. Air dengan pH yang terlalu rendah biasanya lebih mudah tercemar polutan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh [4].

Setelah mengetahui kriteria air minum yang layak untuk dikonsumsi, sumber air minum manakah yang harus Anda pilih?
Air pegunungan bisa menjadi sumber air minum yang sangat direkomendasikan. Karena, air yang diambil dari sumber terlindungi seperti pegunungan sudah melalui filtrasi alami serta tidak mengubah kadar mineral dalam air. Selain itu, kandungan terjaga dan tetap konsisten selama bertahun-tahun sehingga rasa dan manfaatnya pun sangat maksimal untuk menjaga kesehatan tubuh seperti AQUA [5].


AQUA sebagai air mineral terbaik hanya diambil dari sumber air tanah pegunungan dalam yg dilapisi oleh impermeable layer dan dari sumber yang terlindungi jauh dari aktivitas manusia, sehingga kualitas mineralnya terjaga selama bertahun-tahun.
Kandungan mineral bermanfaat seperti magnesium, kalsium, zinc, silicate, hingga kalium sangat baik dalam menjaga kesehatan organ tubuh.

Kualitas airnya juga mampu memenuhi kebutuhan tubuh yang sedang dehidrasi sehingga mampu menjalani aktivitas seperti semula [5].
AQUA juga melakukan tiga perlindungan dalam prosesnya. AQUA melindungi ekosistem di sekitar sumber air, melindungi kealamian mineral, dan melakukan proses pengemasan yang seksama sehingga kualitas air minum AQUA tidak perlu diragukan lagi.


Jadi, pastikan untuk selalu memilih AQUA sebagai air minum keluarga Anda


Sumber:
*http://research.eng.ui.ac.id/news/read/47/sumber-air-baku-untuk-air-minum
*http://sertifikasibbia.com/upload/permenkes2.pdf
*https://www.alodokter.com/belum-cukup-hanya-dengan-merebus-air
*https://www.sehataqua.co.id/inilah-keunggulan-air-minum-dari-sumber-air-pegunungan/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed