oleh

Koordinator LSM JCW Abdurahem Resmi Melaporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pasar Pakong

PAMEKASAN|MPI.Com,  Ditengarai adanya banyak kejanggalan dari hasil akhir proyek bangunan Pasar Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Telah Resmi dilaporkan ke Reskrimsus Polda Jatim oleh koordinator Lsm Jcw Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur Abdurrahem

Adapun hal yang telah dilaporkannya tersebut adalah bangunan yang realisasi pekerjaannya pada tahun 2015 / 2016  yang telah menghabiskan dana milyaran rupiah tersebut. Pada bangunan LOS dan KIOS masih belum ditempati oleh para pedagang, serta adanya realisasi bangunan yang telah memicu kegaduhan dan keluhan dari banyak masyarakat.

Berita Online Nasional >>>
Bukti terima laporan Pasar Pakong Pamekasan

“Dimana pada tahun 2015 pembangunan pasar pakong begitu fantastis dari dana APBD DAK 2015 sebesar Rp6,7 miliar  dari dinas DISPERINDAK kab.pamekasan.” jelas Rahem Kordinator JCW Jatim.

Lebih lanjut Rahem Proyek Pasar Pakong tidak terlaksana berdasarkan indeks prestasi pekerjaan pembangunan yang jauh dari harapan serta besar anggaran yang di duga terdapat selisih Rp700juta yang di alihkan pada beberapa pasar.

“secara aturan jelas salah apa bila benar dugaan pengalihan, ke Pembangunan kantor pasar proppo, kantor pasar 17, Pembangunan LOS pasar proppo, pengeboran pasar proppo dan rehab ringan LOS dan KIOS pasar proppo.sesuai schedul yang akhir tahun.” Tegas pemuda kurus jangkung.

Ia pun menambahkan, Dimana pembangunan pasar pakong tahun 2015  ada 11 BLOK KIOS dan 4 BLOK LOS
pada tahun 2016 dana tambahan sebesar Rp 9miliar untuk kelanjutan pembangunan pasar pakong tahap ke 2 (dua) dikerjakan pada akhir 2016 dan ukuran luas berbeda untuk 4 (empat) BLOK dengan jumlah 32 KIOS  dengan ukuran 2×3 meter dan untuk bangunan 2 lantai terdapat 52 KIOS masing masing ukuran 4x4meter dan satu BLOK dengan jumlah KIOS 23 ruangan berukuran 3x3meter.

“Dari Dana begitu fantastis kondisi bangunan Pasar Pakong begitu memprihatinkan dan juga banyak dinding yang mengelupas dan juga keramik banyak yang sudah hancur.” Tandasnya

Dana sebesar Rp15miliar untuk pembangunan pasar Pakong kec.Pakong dari tahun 2015-2016 sampai saat ini tidak ditempati sama pedagang Sudah jelas adanya kasus yang berlarut – larut seperti itu, penyebabnya adalah pada pihak DISPERINDAG yang seolah – olah membiarkan.

“Padahal DISPERINDAG Pamekasan selaku sebagai ketua pembuat anggaran (KPA) harus bertanggung jawab yang di duga telah menghambur hamburkan keuangan Negara dan juga oknum oknum yang terlibat di dalamnya harus bertanggung jawab.” Imbuhnya.

“Penyidik  dari subdit tipikor polda jatim akan segera memanggil pada pihak pihak yang bertanggung jawab di dalamnya tentang dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan pasar pakong pada tahun 2015-2016.” Pungkasnya.

Laporan: Rahem.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed